Distilasi

Distilasi
Distilasi adalah seni memisahkan dan pemurnian dengan menggunakan perbedaan titik didih. Distilasi memiliki sejarah yang panjang dan asal distilasi dapat ditemukan di zaman kuno untuk mendapatkan ekstrak tumbuhan yang diperkirakan dapat merupakan sumber kehidupan. Teknik distilasi ditingkatkan ketika kondenser (pendingin) diperkenalkan. Gin dan whisky, dengan konsentrasi alkohol yang tinggi, didapatkan dengan teknik yang disempurnakan ini.
Pemisahan campuran cairan menjadi komponen dicapai dengan distilasi fraksional. Prinsip distilasi fraksional dapat dijelaskan dengan menggunakan diagram titik didih-komposisi (Gambar 12. 1). Dalam gambar ini, kurva atas menggambarkan komposisi uap pada berbagai titik didih yang dinyatakan di ordinat, kurva bawahnya menyatakan komposisi cairan. Bila cairan dengan komposisi l2 dipanaskan, cairan akan mendidih pada b1. Komposisi uap yang ada dalam kesetimbangan dengan cairan pada suhu b1 adalah v1. Uap ini akan mengembun bila didinginkan pada bagian lebih atas di kolom distilasi (Gambar 12.2), dan embunnya mengalir ke bawah kolom ke bagian yang lebih panas. Bagian ini akan mendidih lagi pada suhu b2 menghasilkan uap dengan komposisi v2. Uap ini akan mengembun menghasilkan cairan dengan komposisi l3.
Jadi, dengan mengulang-ulang proses penguapan-pengembunan, komposisi uap betrubah dari v1 ke v2 dan akhirnya ke v3 untuk mendapatkan konsentrasi komponen A yang lebih mudah menguap dengan konsentrasi yang tinggi.

Gambar 12.1 Diagram titik didih- komposisi larutan ideal campuran cauran A dan B. Komposisi cairan berubah dari l1 menjadi l2 dan akhirnya l3. Pada setiap tahap konsentrasi komponen B yang kurang mudah menguap lebih tinggi daripada di fasa uapnya.Contoh soal 12.1 Distilasi fraksional Tekanan uap benzen dan toluen berturut-turut adalah 10,0 x 104 N m-2 dan 4,0 x 104 N m-2, pada80°C. Hitung fraksi mol toluen dalam uap yang berada dalam kesetimbangan dengan cairan yang terdiri atas 0,6 mol toluen dan 0,4 molar benzen. Hitung fraksi mol toluen x dalam fas uap.Jawab Dengan bantuan hukum Raoult (bab 7.4(b)), komposisi uapnya dapat dihitung sebagai berikut. Jumlah mol toluen di uap /jumlah mol benzen di uap = [0,60 x (4,0 x 104)]/[0,40 x (10,0 x 104)] = 0,60.
Fraksi mol toluen di uap x adalah: x/(1 – x) = 0,60; x = 0,60 / (1,0 + 0,60) = 0,375.
Bila dibandingkan dengan komposisi cairan, konsentrasi toluen di fasa uap lebih besar menunjukkan bahwa adanya pengaruh distilasi fraksional.
Kolom distilasi yang panjang dari alat distilasi digunakan di laboratorium (Gambar 12.2) memberikan luas permukaan yang besar agar uap yang berjalan naik dan cairan yang turun dapat bersentuhan. Di puncak kolom, termometer digunakan untuk mengukur suhu fraksi pertama yang kaya dengan komponen yang lebih mudah menguap A. Dengan berjalannya distilasi, skala termometer meningkat menunjukkan bahwa komponen B yang kurang mudah menguap juga ikut terbawa. Wadah penerima harus diubah pada selang waktu tertentu.
Bila perbedaan titik didih A dan B kecil, distilasi fraksional harus diulang-ulang untuk mendapatkan pemisahan yang lebih baik. Produksi minyak bumi tidak lain adalah distilasi fraksional yang berlangsung dalam skala sangat besar.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kimia Lingkungan

KIMIA LINGKUNGAN

• Cara melihat dan mempelajari lingkungan
• Dampak manusia terhadap lingkungan
• Mencari Pemecahan
• Peranan à Biologi, Fisika, Teknik, Pertanian,
Kedokteran.
• Reaksi Kimia à Metoda Analisis

Istilah
Polutan : Zat terdapat di alam disebabkan kegiatan manusia yang merusak lingkungan.
CO2, SO2, Cd, Hg, Pb
Kontaminan : Zat tidak terdapat di alam masuk kelingkungan karena kegiatan manusia.
Gas Khlor
Reseptor : Medium yang dipengaruhi polutan.
Sink : Wadah yang menyimpan dan berantaraksi dengan polutan

6 Kelompok Polutan Udara
SO2 ,CO,NO,NO2,HC,Partikulat : Polutan Primer
Oksidan Fotokimia à Polutan Sekunder

Beberapa Alasan
• Udara cepat berpindah
• Semua sistem hidup memerlukan
• Resiko bertambah bagi yang berpenyakit
• Polusi udara dapat terdeteksi langsung

Sulfur Dioksida
• Sangat berbahaya à Waktu tinggal 3-7.
• Dihasilkan dari pembakaran
S (s) + O2 (g) à SO2 (g)
• Dihasilkan juga dari batu bara pembangkit listrik
4FeS2 (s) + NO2 (g) à 2Fe2O3 (s) + 8SO2
Batu bara à kadar s 4% à 56 ton SO2/jam
• Minyak bumi à 4%
• Pengontrolan Emisi
– Batubara digerus halus à dilarutkan di tangki air à s akan mengendap
– Belerang organik + NaOH pada P&T tinggi à50% hilang

– Belerang dari minyak bumi
3S(l) + 2CaO(s) à 2CaS(s) +SO2(g)
2CaS(s) + 3O2(g) à 2CaO(s) +2SO2(g)

Oksida Karbon
2C(s) + O2(g) à 2CO(g) ∆H = -220 KJ
2CO(g) + O2(g) à 2CO2(g) ∆H = -566 KJ
• Sumber Utama : Penguraian zat organik, oksida metana, pembakaran BB, fosil
• Pengontrolan :
– CO dapat hilang oleh bakteri Bacillus Oligocarbonphilus dan fungi dalam tanah

-Daun tumbuhan
CO(g) + Daun à Asam Amino
CO(g) + Daun à CO2

Oksida Nitrogen
N2(g) + O2(g) t tinggi 2NO(g) ∆H = +180 KJ

Mesin Mobil Masa Tinggal

3 Hari
• Menyebabkan à Fotokimia
à Hujan Asam
• Gas buangan kendaraan
2NO(g) + O2(g) à 2NO2(g)
• Konsentrasi 25 – 250 ppm à Mengganggu pertumbuhan tanaman
• Konsentrasi 3 ppm/jam à Radang tenggorokan
• Konsentrasi 150 – 200 ppm à Radang paru-paru
• Reaksi Lain :
NO2 + hV àNO + O
O + O2 à O3
2NO2 + H2O à HNO3 + HNO2
Ozon
• Bau menusuk à 0,02 ppm
Di Stratosfir
Di Troposfir
• Perusak Ozon à CFC (Chlorofuorocarbon)

Stabil, tidak beracun, tidak
korosif, tidak terbakar
C # Refrigerator
CFC F # AC CFCl3
Cl2 # Terdiri dari
H2 CF2Cl2
Industri à CFC – BB
F à Minimal 1
CF2Cl2 à CFC – 12

CFCs di stratosfir tidak stabil terhadap UV (ג<290nm)
 Ikatan C – Cl mengalami fotosintesis
F F
F – C – Cl + hV à F – C + Cl
Cl Cl
Cl + O à ClO + O3
ClO + O à Cl + O2 à Re/Rantai
1 molekul CFC à Merusak 100.000 molekul ozon.
Smog Fotokimia
Smog Fotokimia : Campuran asap, kabut udara,
dan zat lain.
Ditimbulkan oleh : # Gabungan polutan
# Sinar Matahari
# Temperatur
# Perbukitan
Polutan : NO, NO2, HC, O3, PAN(Peroxiacilnitrat),
Aldehid.
Sinar Matahari + Temperatur à CO, HC, NO

Kesetimbangan NO. NO2, O3
Sumber Polutan : Knalpot, Tangki BB, Dry
Cleaning, Pelarut Cat.
HC + Senyawa organik lain à Penguraian Tumbuhan
Penyusun Utama : N2 dan O2
Smog Fotokimia London
Los Angeles

Hujan Asam
Air Hujan à Asam Lemah, karena adanya CO2
Yang terlarut.
CO2(g) + 2H2O(l) à H3O+(aq) + HCO3(aq)
Hujan Salju à Kabut Asam (presipitasi asam)
As Timur à pH air hujan = 4,2
Swedia à 2,7 à dinetralkan O/CaCO3
California = 0,1

Terjadinya Persipitasi Asam
• Asam sulfit à terbentuk dari pembakaran belerang
• Asam sulfat à menjadi SO3

SO2(g) + O3(g) à SO3(g) + O2(g)
2SO2(g) + O2(g) à 2SO3(g)
• Asam nitrat à terbentuk dari NO + H2O

Akibat Lain dari Hujan Asam
• Kerusakan Hutan
• Kerusakan fauna air
• Kerusakan gedung, patung
• Kerusakan mineral tanah à beracun

Pengontrolan : Menyemprotkan Ca(OH)2 ke
perairan à pH naik
Efek Rumah Kaca
Analogi antara atmosfer bumi dan rumah kaca à bagian-bagian dalam lebih panas.

Terperangkapnya radiasi IR di bumi oleh CO2, H2O, dan O3

Temperatur permukaan matahari : 6000oK
Radiasi SM 9% berenergi tinggi
46% sinar tampak
45% sinar IR
Permukaan bumi à 280oK (sinar IR)
Sinar IR diserap oleh CO2, H2O, O3 di udara.
Sehingga bumi memancarkan kembali Radiasi
yang berenergi kecil.
Cuaca di bumi : CO2 di ATM
Polusi Perairan

Sampah industri (limbah)
Beracun : As, Pb, Hg, Senyawa Organoklor.
Fungisida
Hg 0,5 ppm à NAB

Metil merkuri di dasar sungai
Polutan Air
• Senyawa organik terurai à Mengurangi jumlah oksigen terlarut
• Penyebar penyakit
• Senyawa organik dan anorganik
• Sedimen
• Limbah nuklir
• Penyebab air menjadi panas

Limbah Organik
Berasal Dari :
• Industri kertas
• Pemotongan Hewan
• Pabrik daging
• Pestisida
• Minyak

Limbah Anorganik
• Garam anorganik
• Asam dan basa dari industri
dan pertambangan
• Detergen

Sedimen Tempat : Cr, Cu, MO, Ni,CO, Mn

Kalor

Dari air pendingin industri, air panas.

Polutan Sumber Polusi Sumber Alami Masa Tinggal
Karbon dioksida Pembakaran Peluruhan biologi 4 tahun
Karbon monoksida Pembakaran, transfort Pembakaran Hutan 1 – 4 tahun
Hidrokarbon Pembakaran, transfort Proses biologi 16 tahun
Halogen-karbon Aerosol refrigerant 䦋㌌㏒㧀좈໱琰茞ᓀ㵂Ü Lebih dari 20 tahun
Sulfur dioksida Pembakaran, fosil Gunung berapi 3-7 hari
Hidrogen sulfida Industri kimia Gunung berapi, biologi 2 hari
Amonia Pengolahan Limbah Peluruhan biologi 2 hari
Nitrogen sulfida Pembakaran Proses biologi 4 hari
Partikulat Pembakaran debu bervariasi

Karakteristik Los Angeles London
Temperatur Udara 24 – 32oC -1 – 4oC
Kelembaban 70% 85% (+fog)

Kecepatan udara 3 m/s Tenang

Waktu kejadian Agustus – September Desember – Januari
Bahan bakar utama Petroleum Batubara, Produk petroleum
Konstituan utama O3, NO, NO2, CO, zat organik Partikulat, CO, Senyawa S
Macam reaksi kimia Oksidasi Reduksi
Waktu max. saat terjd Tengah hari Pagi – pagi sekali
Pengaruh Kesehatan Iritasi mata (PAN) Iritasi, Bronkhitis, Batuk (SO2,Asap)
Kerusakan Materi Karet rusak (O3) Besi, bahan bangunan, korosi

Dipublikasi di chemistry | Tag | Tinggalkan komentar

LIPID

l Lipid didefinisikan sebagai senyawa organik yang terdapat dalam alam serta tak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar seperti suatu hidrokarbon atau dietil eter. Kelas-kelas yang biasa dianggap sebagai lipid yaitu lemak dan minyak, terpena, steroid dan beberapa senyawa lain yang penting.

Fungsi lipid :
-Energi cadangan
-Pelindung alat-alat penting
-Mempertahankan suhu optimum tubuh
-Bahan bakar
-Berperan dalam metabolisme

Sifat fisik :
-Wujud padat atau cair
-Tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau
-Tidak larut dalam air, larut dlm pelarut organik
-nonpolar
-Dapat membentuk emulsi
-Hidrolisisnya menghasilkan asam lemak
-Mengandung unsur C,H,O,N,P.
Klasifikasi
Wujud pada suhu kamar
a. < 20oC padat : lemak
b. cair : minyak
Hasil hidrolisis
a. Lipid sederhana : lemak/minyak, malam
b. Hasil hidrolisis lemak/minyak : asam lemak, gliserol
c. Hasil hidrolisis malam : asam lemak, alkohol
d. Lipid majemuk : fosfolipid, glikolipid
e. Hasil hidrolisis fosfolipid : asam lemak, gliserol, asam fosfat, nitrogen organik
f. Hasil hidrolisis glikolipid : asam lemak, alkohol, karbohidrat, nitrogen organik

Dipublikasi di chemistry | Tag | Tinggalkan komentar

Gunung Merbabu

Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah.
Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pamarihan. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15. Menurut etimologi, “merbabu” berasal dari gabungan kata “meru” (gunung) dan “abu” (abu). Nama ini baru muncul pada catatan-catatan Belanda.
Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan air laut.
Gunung Merbabu mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Jalur Pendakian
Gunung Merbabu cukup populer sebagai ajang kegiatan pendakian. Medannya tidak terlalu berat namun potensi bahaya yang harus diperhatikan pendaki adalah udara dingin, kabut tebal, hutan yang lebat namun homogen (hutan tumbuhan runjung, yang tidak cukup mendukung sarana bertahan hidup atau survival), serta ketiadaan sumber air. Penghormatan terhadap tradisi warga setempat juga perlu menjadi pertimbangan.

a. Kopeng Thekelan
Dari Jakarta bisa naik kereta api atau bus ke Semarang, Yogya, atau Solo. Dilanjutkan dengan bus jurusan Solo-Semarang turun di kota Salatiga, dilanjutkan dengan bus kecil ke Kopeng. Dari Yogya naik bus ke Magelang, dilanjutkan dengan bus kecil ke Kopeng. Dari kopeng terdapat banyak jalur menuju ke Puncak, namun lebih baik melewati desa tekelan karena terdapat Pos yang dapat memberikan informasi maupun berbagai bantuan yang diperlukan. Pos Tekelan dapat ditempuh melalui bumi perkemahan Umbul Songo.
Di bumi perkemahan Umbul Songo Anda dapat beristirahat menunggu malam tiba, karena pendakian akan lebih baik dilakukan malam hari tiba dipuncak menjelang matahari terbit. Andapun dapat beristirahat di Pos Thekelan yang menyediakan tempat untuk tidur, terutama bila tidak membawa tenda. Dapat juga berkemah di Pos Pending karena di tiga tempat ini kita bisa memperoleh air bersih.
Masyarakat di sekitar Merbabu mayoritas beragama Budha sehingga akan kita temui beberapa Vihara di sekitar Kopeng. Penduduk sering melakukan meditasi atau bertapa dan banyak tempat-tempat menuju puncak yang dikeramatkan. Pantangan bagi pendaki untuk tidak buang air di Watu Gubug dan sekitar Kawah. Juga pendaki tidak diperkenankan mengenakan pakaian warna merah dan hijau.
Pada tahun baru jawa 1 suro penduduk melakukan upacara tradisional di kawah Gn. Merbabu. Pada bulan Sapar penduduk Selo (lereng Selatan Merbabu) mengadakan upacara tradisional. Anak-anak wanita di desa tekelan dibiarkan berambut gimbal untuk melindungi diri dan agar memperoleh keselamatan. Perjalanan dari Pos Tekelan yang berada di tengah perkampungan penduduk, dimulai dengan melewati kebun penduduk dan hutan pinus. Dari sini kita dapat menyaksikan pemandangan yang sangat indah ke arah gunung Telomoyo dan Rawa Pening.
Di Pos Pending kita dapat menemukan mata air, juga kita akan menemukan sungai kecil (Kali Sowo). Sebelum mencapai Pos I kita akan melewati Pereng Putih kita harus berhati-hati karena sangat terjal. Kemudian kita melewati sungai kering, dari sini pemandangan sangat indah ke bawah melihat kota Salatiga terutama di malam hari.
Dari Pos I kita akan melewati hutan campuran menuju Pos II, menuju Pos III jalur mulai terbuka dan jalan mulai menanjak curam. Kita mendaki gunung Pertapan, hempasan angin yang kencang sangat terasa, apalagi berada di tempat terbuka. Kita dapat berlindung di Watu Gubug, sebuah batu berlobang yang dapat dimasuki 5 orang. Konon merupakan pintu gerbang menuju kerajaan makhluk ghaib.
Bila ada badai sebaiknya tidak melanjutkan perjalanan karena sangat berbahaya. Mendekati pos empat kita mendaki Gn. Watu tulis jalur agak curam dan banyak pasir maupun kerikil kecil sehingga licin, angin kencang membawa debu dan pasir sehingga harus siap menutup mata bila ada angin kencang. Pos IV yang berada di puncak Gn. Watu Tulis dengan ketinggian mencapai 2.896 mdpl ini, disebut juga Pos Pemancar karena di puncaknya terdapat sebuah Pemancar Radio.
Menuju Pos V jalur menurun, pos ini dikelilingi bukit dan tebing yang indah. Kita dapat turun menuju kawah Condrodimuko. Dan di sini terdapat mata air, bedakan antara air minum dan air belerang.
Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan yang sangat terjal serta jurang di sisi kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan Jembatan Setan. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak Syarif (Gunung Pregodalem) dan ke kanan menuju puncak Kenteng Songo ( Gunung Kenteng Songo) yang memanjang.
Dari puncak Kenteng songo kita dapat memandang Gn.Merapi dengan puncaknya yang mengepulkan asap setiap saat, nampak dekat sekali. Ke arah barat tampak Gn.Sumbing dan Sundoro yang kelihatan sangat jelas dan indah, seolah-olah menantang untuk di daki. Lebih dekat lagi tampak Gn.Telomoyo dan Gn.Ungaran. Dari kejauhan ke arah timur tampak Gn.Lawu dengan puncaknya yang memanjang.
Menuju Puncak Kenteng Songo ini jalurnya sangat berbahaya, selain sempit hanya berkisar 1 meter lebarnya dengan sisi kiri kanan jurang bebatuan tanpa pohon, juga angin sangat kencang siap mendorong kita setiap saat. Di puncak ini terdapat batu kenteng / lumpang / berlubang dengan jumlah 9 menurut penglihatan paranormal.
Menuruni gunung Merbabu lewat jalur menuju Selo menjadi pilihan yang menarik. Kita akan melewati padang rumput dan hutan edelweis, juga bukit-bukit berbunga yang sangat indah dan menyenangkan seperti di film India yang sangat menghibur kita sehingga lupa akan segala kelelahan, kedinginan dan rasa lapar. Disepanjang jalan kita dapat menyaksikan Gn.Merapi yang kelihatan sangat dekat dengan puncak yang selalu mengeluarkan Asap.
Kita akan menuruni dan mendaki beberapa gunung kecil yang dilapisi rumput hijau tanpa pepohonan untuk berlindung dari hempasan angin. Disepanjang jalur tidak terdapat mata air dan pos peristirahatan. Kabut dan badai sering muncul dengan tiba-tiba, sehingga sangat berbahaya untuk mendirikan tenda.
Jalur menuju Selo ini sangat banyak dan tidak ada rambu penunjuk jalan, sehingga sangat membingungkan pendaki. Banyak jalur yang sering dilalui penduduk untuk mencari rumput dipuncak gunung, sehingga pendaki akan sampai diperkampungan penduduk. Sambutan yang sangat ramah dan meriah diberikan oleh penduduk Selo bagi setiap pendaki yang baru saja turun Gn.Merbabu. Apabila Anda tidak bisa berbahasa jawa ucapkan saja terima kasih.
Dari Selo dapat dilanjutkan dengan bus kecil jurusan Boyolali-Magelang, bila ingin ke yogya ambil jurusan Magelang, dan bila hendak ke Semarang atau Solo ambil jurusan Boyolali.

b. Jalur Wekas
Untuk menuju ke Desa Wekas kita harus naik mobil Jurusan Kopeng – Magelang turun di Kaponan, yakni sekitar 9 Km dari Kopeng, tepatnya di depan gapura Desa Wekas. Dari Kaponan pendaki berjalan kaki melewati jalanan berbatu sejauh sekitar 3 Km menuju pos Pendakian.
Jalur ini sangat populer dikalangan para Remaja dan Pecinta Alam kota Magelang, karena lebih dekat dan banyak terdapat sumber air, sehingga banyak remaja yang suka berkemah di Pos II terutama di hari libur. Wekas merupakan desa terakhir menuju puncak yang memakan waktu kira-kira 6-7 jam. Jalur wekas merupakan jalur pendek sehingga jarang terdapat lintasan yang datar membentang. Lintasan pos I cukup lebar dengan bebatuan yang mendasarinya. Sepanjang perjalanan akan menemui ladang penduduk khas dataran tinggi yang ditanami Bawang, Kubis, Wortel, dan Tembakau, juga dapat ditemui ternak kelinci yang kotorannya digunakan sebagai pupuk. Rute menuju pos I cukup menanjak dengan waktu tempuh 2 jam.
Pos I merupakan sebuah dataran dengan sebuah balai sebagai tempat peristirahatan. Di sekitar area ini masih banyak terdapat warung dan rumah penduduk. Selepas pos I, perjalanan masih melewati ladang penduduk, kemudian masuk hutan pinus. Waktu tempuh menuju pos II adalah 2 jam, dengan jalur yang terus menanjak curam.
Pos II merupakan sebuah tempat yang terbuka dan datar, yang biasa didirikan hingga beberapa puluhan tenda. Pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur Pos II ini banyak digunakan oleh para remaja untuk berkemah. Sehingga pada hari-hari tersebut banyak penduduk yang berdagang makanan. Pada area ini terdapat sumber air yang di salurkan melalui pipa-pipa besar yang ditampung pada sebuah bak.
Dari Pos II terdapat jalur buntu yang menuju ke sebuah sungai yang dijadikan sumber air bagi masyarakat sekitar Wekas hingga desa-desa di sekitarnya. Jalur ini mengikuti aliran pipa air menyusuri tepian jurang yang mengarah ke aliran sungai di bawah kawah. Terdapat dua buah aliran sungai yang sangat curam yang membentuk air terjun yang bertingkat-tingkat, sehingga menjadi suatu pemandangan yang sangat luar biasa dengan latar belakang kumpulan puncak – puncak Gn. Merbabu.
Selepas pos II jalur mulai terbuka hingga bertemu dengan persimpangan jalur Kopeng yang berada di atas pos V (Watu Tulis), jalur Kopeng. Dari persimpangan ini menuju pos Helipad hanya memerlukan waktu tempuh 15 menit. Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan yang sangat terjal serta jurang di sisi kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan Jembatan Setan. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak Syarif (Gunung Pregodalem) dan ke kanan menuju puncak Kenteng Songo ( Gunung Kenteng Songo) yang memanjang.

c. Jalur Kopeng Cunthel
Untuk menuju ke desa Cuntel dapat ditempuh dari kota Salatiga menggunakan mini bus jurusan Salatiga Magelang turun di areal wisata Kopeng, tepatnya di Bumi perkemahan Umbul Songo. Perjalanan dimulai dengan berjalan kaki menyusuri Jalan setapak berbatu yang agak lebar sejauh 2,5 km, di sebelah kiri adalah Bumi Perkemahan Umbul Songo. Setelah melewati Umbul Songo berbelok ke arah kiri, di sebelah kiri adalah hutan pinus setelah berjalan kira-kira 500 meter di sebelah kiri ada jalan setapak ke arah hutan pinus, jalur ini menuju ke desa Thekelan.
Untuk menuju ke Desa Cuntel berjalan terus mengikuti jalan berbatu hingga ujung. Banyak tanda penunjuk arah baik di sekitar desa maupun di jalur pendakian. Di Basecamp Desa Cuntel yang berada di tengah perkampungan ini, pendaki dapat beristirahat dan mengisi persediaan air. Pendaki juga dapat membeli berbagai barang-barang kenangan berupa stiker maupun kaos.
Setelah meninggalkan perkampungan, perjalanan dilanjutkan dengan melintasi perkebunan penduduk. Jalur sudah mulai menanjak mendaki perbukitan yang banyak ditumbuhi pohon pinus. Jalan setapak berupa tanah kering yang berdebu terutama di musim kemarau, sehingga mengganggu mata dan pernafasan. Untuk itu sebaiknya pendaki menggunakan masker pelindung dan kacamata.
Setelah berjalan sekitar 30 menit dengan menyusuri bukit yang berliku-liku pendaki akan sampai di pos Bayangan I. Di tempat ini pendaki dapat berteduh dari sengatan matahari maupun air hujan. Dengan melintasi jalur yang masih serupa yakni menyusuri jalan berdebu yang diselingi dengan pohon-pohon pinus, sekitar 30 menit akan sampai di Pos Bayangan II. Di pos ini juga terdapat bangunan beratap untuk beristirahat.
Dari Pos I hingga pos Pemancar jalur mulai terbuka, di kiri kanan jalur banyak ditumbuhi alang-alang. Sementara itu beberapa pohon pinus masih tumbuh dalam jarak yang berjauhan.
Pos Pemancar atau sering juga disebut gunung Watu Tulis berada di ketinggian 2.896 mdpl. Di puncaknya terdapat stasiun pemancar relay. Di Pos ini banyak terdapat batu-batu besar sehingga dapat digunakan untuk berlindung dari angin kencang. Namun angin kencang kadang datang dari bawah membawa debu-debu yang beterbangan. Pendakian di siang hari akan terasa sangat panas. Dari lokasi ini pemandangan ke arah bawah sangat indah, tampak di kejauhan Gn.Sumbing dan Gn.Sundoro, tampak Gn.Ungaran di belakang Gn. Telomoyo.
Jalur selanjutnya berupa turunan menuju Pos Helipad, suasana dan pemandangan di sekitar Pos Helipad ini sungguh sangat luar biasa. Di sebelah kanan terbentang Gn. Kukusan yang di puncaknya berwarna putih seperti muntahan belerang yang telah mengering. Di depan mata terbentang kawah yang berwarna keputihan. Di sebelah kanan di dekat kawah terdapat sebuah mata air, pendaki harus dapat membedakan antara air minum dan air belerang.
Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan yang sangat terjal serta jurang di sisi kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan Jembatan Setan. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak Syarif (Gunung Pregodalem) dan ke kanan menuju puncak Kenteng Songo ( Gunung Kenteng Songo) yang memanjang.
Dari puncak Kenteng songo kita dapat memandang Gn.Merapi dengan puncaknya yang mengepulkan asap setiap saat, nampak dekat sekali. Ke arah barat tampak Gn.Sumbing dan Sundoro yang kelihatan sangat jelas dan indah, seolah-olah menantang untuk di daki. Lebih dekat lagi tampak Gn.Telomoyo dan Gn.Ungaran. Dari kejauhan ke arah timur tampak Gn.Lawu dengan puncaknya yang memanjang.

Dipublikasi di Mamira LGV | Tag | Tinggalkan komentar

FAKTA-FAKTA MENGENAI PENYAKIT CHIKUNGUNYA

1. Apa itu Penyakit Chikungunya?
Chikungunya adalah sejenis penyakit bawaan nyamuk.
Chikungunya pertama kali dikesan melalui ujian darah di Tanzania pada tahun 1953. Semenjak itu ia berlaku di negara-negara Afrika, Asia dan akhir-akhir ini ia berlaku di beberapa buah tempat di Negara Eropah. Ia endemik (selalu berlaku) di kebanyakan negara Sub Sahara Afrika, India, Asia Tenggara, Indonesia dan Filipina.
Ia bukanlah satu penyakit misteri yang tidak diketahui puncanya.

2. Bagaimana penyakit ini boleh berlaku?
Chikungunya adalah demam yang disebabkan oleh virus daripada genus Alphavirus di dalam keluarga Togaviridae.

3. Adakah ia berjangkit?
Ya. Virus Chikungunya berjangkit melalui gigitan nyamuk Aedes albopictus atau Aedes aegypti yang membawa virus tersebut. Nyamuk Aedes juga menyebarkan virus penyakit demam tinggi.

4. Apakah masa pengeraman bagi Chikungunya?
Masa pengeraman bagi Chikungunya boleh menjangkau dari 3 hingga 12 hari tetapi pada kebiasaannya di antara dari 3 hingga 7 hari.

5. Apakah tanda-tanda dan gejala penyakit ini?
• Demam panas mengejut
• Sakit teruk pada sendi
• Ruam pada badan
• Sakit kepala
Seorang pesakit boleh demam dari dari 1 hingga 7 hari (kebiasaannya 5 hari).
Penyakit Chikungunya boleh disalah anggap sebagai demam tinggi karena tanda-tanda penyakit yang menyerupai demam tinggi.

6. Adakah penyakit ini boleh membawa maut?
Di Malaysia, Chikungunya tidak pernah dilaporkan boleh menyebabkan pendarahan atau kematian. Tetapi, sebagian penderita mengalami gejala yang berpanjangan.
Penderita yang berumur boleh mengalami kesakitan berulang pada sendi sehingga beberapa bulan atau tahun.

7. Apakah rawatan bagi penyakit ini?
Seperti penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, ia tiada rawatan yang khusus. Selalunya rawatan diberi berdasarkan gejala klinikal yang dialami oleh seseorang penderita.
Tiada vaksin bagi penyakit ini.

8. Apakah yang perlu dilakukan jika dijangkiti penyakit?
Jika mengalami tanda-tanda dan gejala penyakit Chikungunya, orang ramai adalah dinasihatkan segera mendapatkan rawatan di klinik atau hospital terdekat.

9. Cara pencegahan penyakit Chikungunya
• Bersihkan kawasan rumah dan sekitarnya supaya bebas daripada tempat-tempat pembiakan nyamuk Aedes. Ini boleh dilakukan melalui aktivitas gotong royong. Adalah terbukti tidak ada penyakit yang dilaporkan di kawasan-kawasan yang melakukan gotong- royong.
• Periksa rumah dan sekitarnya sekurang-kurangnya seminggu sekali untuk memastikan tiada pembiakan nyamuk Aedes.
• Dapatkan rawatan dengan segera di klinik atau hospital berdekatan sekiranya mengalami tanda dan gejala penyakit.

10. Bolehkah kawasan saya dijangkiti penyakit Chikungunya?
Boleh, karena penyakit ini dibawa oleh nyamuk Aedes albopictus dan Aedes aegypti yang terdapat di negara kita.

11. Tindakan Kementerian Kesihatan
Langkah – langkah kawalan yang telah diambil:
• Melakukan kajian Aedes
• Semburan kabus dan ULV
• Aktivitas gotong-royong bersama masyarakat setempat
• Aktivitas promosi kesihatan

Dipublikasi di mbobcool | Tag | Tinggalkan komentar

MENGAPA LANGIT BERWARNA BIRU………?????

Tidak ada buku pelajaran yang secara lengkap menjawab pertanyaan : mengapa langit berwarna biru ?
Langit tampak biru dengan alasan yang sama seperti kenapa asap rokok tembakau berwarna biru : Partikel-partikelnya yang sangat kecil membaurkan cahaya biru.
Tentu saja udara murni tidak berwarna, artinya semua cahaya (warna) yang panjang gelombangnya dalam spektrum cahaya nampak dapat melewatinya tanpa penyerapan. Akan tetapi udara mengandung molekul-molekul bahkan sering tersuspensi dengan debu yang partikelnya lebih kecil dari panjang gelombang cahaya nampak, karena itu menyebabkan sebagian cahaya terbaur. Seperti dalam kasus asap rokok tembakau, cahaya biru terbaurkan lebih banyak dibandingkan dengan warna lain, yang cenderung berjalan lurus melalui udara tanpa perubahan arah yang berarti.
Ketika kita memandangi langit, kita melihat semua warna dalam cahaya matahari yang datang kearah anda, terutama dari arah yang agak menyerong – tergantung dari posisi matahari diatas anda. Akan tetapi selain itu, kita mendapatkan cahaya biru yang dibaurkan oleh udara dari berbagai arah. Oleh sebab itu kita mendapatkan cahaya biru lebih banyak dari cahaya lain yang dikirimkan oleh matahari langsung kemata anda. Oleh karena itu langit nampak biru daripada cahaya mataharinya sendiri.
Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa ketika matahari terbenam langit berwarna kunging tua/jingga ? Hal ini disebabkan ketika posisi matahari terbenam, kita melihatnya melalui atmosfer pada ketebalan yang setebal-tebalnya (karena matahari dalam posisi miring). Ketika harus menempuh halangan setebal itu, sebagian besar cahaya biru yang menuju kearah kita terbaur keberbagai arah, sehingga menyebabkan cahaya matahari kekurangan unsur biru dan membuatnya nampak merah, jingga atau kuning, tergantung pada ukuran partikel-partikel debu yang kebetulan menggantung diudara.

Dipublikasi di mbobcool | Tag | 4 Komentar

EKSTRAKSI

==> Pengertian Ekstraksi

Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik.

==> Tujuan Ekstraksi

Tujuan ekstraksi adalah untuk menarik semua komponen kimia yang terdapat dalam simplisia. Ekstraksi ini didasarkan pada perpindahan massa komponen zat padat ke dalam pelarut dimana perpindahan mulai terjadi pada lapisan antar muka, kemudian berdifusi masuk ke dalam pelarut.
Secara umum, terdapat empat situasi dalam menentukan tujuan ekstraksi:

Prinsip dasar ekstraksi adalah distribusi zat terlarut dalam dua pelarut yg tidak bercampur
• Prinsip Maserasi
Penyarian zat aktif yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari yang sesuai selama
tiga hari pada temperatur kamar terlindung dari cahaya, cairan penyari akan masuk ke dalam sel melewati dinding sel
• Prinsip Perkolasi
Penyarian zat aktif yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia dimaserasi selama 3 jam, kemudian simplisia
dipindahkan ke dalam bejana silinder yang bagian bawahnya diberi sekat berpori, cairan penyari dialirkan dari atas ke
bawah melalui simplisia tersebut, cairan penyari akan melarutkan zat aktif dalam sel-sel simplisia yang dilalui sampai
keadaan jenuh
• Prinsip Soxhletasi
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia ditempatkan dalam klonsong yang telah dilapisi
kertas saring sedemikian rupa, cairan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat sehingga menguap dan dikondensasikan
oleh kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang jatuh ke dalam klonsong menyari zat aktif di dalam
simplisia dan jika cairan penyari telah mencapai permukaan sifon, seluruh cairan akan turun kembali ke labu alas bulat
melalui pipa kapiler hingga terjadi sirkulasi.
• Prinsip Refluks
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara sampel dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama-sama
dengan cairan penyari lalu dipanaskan, uap-uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola menjadi molekul-
molekul cairan penyari yang akan turun kembali menuju labu alas bulat, akan menyari kembali sampel yang berada pada
labu alas bulat, demikian seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai penyarian sempurna, penggantian
pelarut dilakukan sebanyak 3 kali setiap 3-4 jam.
• Prinsip Destilasi Uap Air
Penyarian minyak menguap dengan cara simplisia dan air ditempatkan dalam labu berbeda.
• Prinsip Rotavapor
Proses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan pemanasan yang dipercepat oleh putaran dari labu alas bulat,
cairan penyari dapat menguap 5-10º C di bawah titik didih pelarutnya disebabkan oleh karena adanya penurunan
tekanan

Faktor-faktor utama yg perlu dpertimbangkan dalam ekstraksi khususnya ekstraksi cair-cair:
-Polaritas senyawa dan pelarut organik.
Dalam ekstraksi cair-cair biasany digunakan pelarut organik polar dan non polar, sesuai hukum like dissolve like
Volatilitas (tingkat penguapan) senyawa (kalau senyawa yang akan diekstrak diketahui). Untuk menentukan pelarut
dengan titik didih yang sesuai, dan mengatur suhu ekstraksi seandainy dilakukan proses pemanasan atau pemekatan
sehingga dapat diantisipasi terjadinya penguapan berlebih atau rusaknya senyawa.

Jenis Ekstraksi
1. Ekstraksi secara dingin
• Metode maserasi
Metode maserasi digunakan untuk menyari simplisia yang mengandung komonen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin, tiraks dan lilin.
Keuntungan dari metode ini adalah peralatannya sederhana. Sedang kerugiannya antara lain waktu yang diperlukan untuk mengekstraksi sampel cukup lama, cairan penyari yang digunakan lebih banyak, tidak dapat digunakan untuk bahan-bahan yang mempunyai tekstur keras seperti benzoin, tiraks dan lilin.

2. Ekstraksi secara panas
• Metode refluks
Keuntungan dari metode ini adalah digunakan untuk mengekstraksi sampel-sampel yang mempunyai tekstur kasar dan tahan pemanasan langsung..
Kerugiannya adalah membutuhkan volume total pelarut yang besar dan sejumlah manipulasi dari operator.

Penerapan Ekstraksi
1. Penentuan Kadar Pb (Timbal) dengan Ekstraksi Solven
2. EKSTRAKSI VANILI SECARA ENZIMATIK DARI BUAH VANILI SEGAR
3. Ekstraksi Bahan Alat
4. EKSTRAKSI PIGMEN BAHAN NABATI

Dipublikasi di chemistry | Tag | 2 Komentar

PERKEMBANGAN TEORI ATOM

Perkembangan Teori Atom

a. Model atom Demokritus
Zat pokok dari semua atom sama. Atom-atom berada satu sama lain, ukuran, bentuk, dan beratnya.
Benda berbeda mengandung atom-atom yang berbeda ukuran, bentuk, dan beratnya.
b. Model Atom Dalton: Gagasan tentang partikel materi
Materi terdiri atas butiran-butiran (bola masip) yang tidak dapat dibagi lagi, yaitu atom.
Suatu unsur tersusun dari atom yang identik, yang berbeda dengan atom unsur lainnya.
Dalam setiap reaksi kimia tidak terjadi perubahan jenis atom, yang berubah hanya susunan atom dalam molekul.
“Kelemahan: Tidak mengungkap gejala listrik dalam atom.”
c. Model Atom Thomson: Gagasan tentang adanya partikel sub-atom.
Atom terdiri dari sebuah bola masip yang bermuatan positif dan elektron tersebar dalam isi bola,
jumlah muatan positif bola sama dengan jumlah elektron.
“Dasar: Penemuan elektron dalam tabung Crookes “
d. Model atom Rutherford: Gagasan tentang inti atom
Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif. Massa atom terpusat pada inti, elektron berputar mengelilingi inti
atom dengan kecepatan yang tinggi.
“Dasar: Eksperimen penghamburan sinar Alfa.”
“Kelemahan: Elektron dapat jatuh ke inti karena terus menerus kehilangan energi “
e. Model Atom Bohr: Gagasan tentang adanya tingkat-tingkat energi dalam atom.
Pengantar:
1. Sinar tampak termasuk radiasi elektromagnatik yang mempunyai panjang λ, f, E tertentu e= λ x f.
2. Menurut teori Max Plank, radiasi elektromagnetik juga mempunyai sifat partikel. Partikel sinar disebut foton yang
mempunyai energi E = h x f.
3. Spektrum unsur termasuk spektrum garis. Tiap garis warna menunjukkan suatu sinar yang mempunyai λ, f, dan E
tertentu.
Isi Teori Atom Bohr
Atom terdiri dari inti bermuatan positif dan elektron-elektron yang mengitarinya pada lintasan-lintasan
tertentu dengan tingkat energi tertentu, bagai planet-planet yang mengitari matahari.
Kelebihan : Dapat menjelaskan spektrum unsur Hidrogen.
Kelemahan: Tidak dapat menjelaskan spektrum unsur atom yang berelektron banyak.
Dasar:
Hipotesa Louis De Broglie
Asas Ketidakpastian Werner Heisenberg
Tidak ada metode eksperimen apapun yang dapat menentukan posisi dan sekaligus kecepatan elektron. Yang dapat
ditentukan hanya kebolehjadian menemukan elektron pada suatu daerah pada jarak tertentu dari inti.
1. Louis de Broglie mengajukan gagasan tentang gelombang partikel/materi yang bergerak yang mempunyai ciri/sifat
gelombang λ=h/m.v
2. Teori Atom mekanika Kuantum: Gagasan tentang orbital
Penyusun: Erwin Shcrodiner “hal ini mengundang koreksi pada teori atom Bohr.”
f. Isi Teori Mekanika Kuantum
Posisi elektron yang pasti tidak dapat ditentukan
Elektron berada dalam orbital, yaitu daerah di sekitar inti dengan kebolehjadian terbesar menemukan elektron orbital
digambarkan berupa awan elektron ( 3D )
Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan dalam suatu persamaan gelombang dari elektron oleh Erwin Shcrodinger
Kedudukan orbital ditentukan oleh 3 bilangan kuantum : n, l, m
Kedudukan elektron ditentukan oleh 4 bilangan kuantum: n, l, m, s

Dipublikasi di chemistry | Tag | Tinggalkan komentar

MAKROMOLEKUL

MAKROMOLEKUL : KARBOHIDRAT, LIPID, PROTEIN DAN ASAM NUKLEAT
TIGA MOLEKUL BESAR YANG MENYERUPAI RANTAI (POLIMER) ADALAH KARBOHIDRAT, PROTEIN DAN ASAM NUKLEAT.
POLIMER ADALAH SUATU MOLEKUL PANJANG YANG TERDIRI ATAS BANYAK BLOK PENYUSUN YANG IDENTIK ATAU SERUPA YANG DIHUBUNGKAN OLEH IKATAN-IKATAN KOVALEN.
UNIT-UNIT YANG DISUSUN BERULANG-ULANG YANG BERFUNGSI SEBAGAI BLOK PENYUSUN SUATU POLIMER ADALAH MOLEKUL KECIL YANG DISEBUT MONOMER.

> KARBOHIDRAT (Bahan Bakar dan Materi Pembangun)
*Istilah karbohidrat meliputi gula dan polimernya. Karbohidrat paling sederhana adalah monosakarida (gula sederhana). Disakarida adalah gula ganda, yang terdiri atas 2 monosakarida yang dihubungkan melalui kondensasi. Karbohidrat yang merupakan makromolekul adalah polisakarida, polimer yang terdiri dari banyak gula.
*Monosakarida memiliki rumus molekul yang merupakan kelipatan CH2O. Contoh : glukosa (C6H12O6). Tergantung dari lokasi gugus karbonil, maka gula bisa sebagai aldosa(gula aldehida) atau sebagai ketosa (gula keton). Glukosa adalah aldosa, sedangkan fruktosa adalah ketosa.
*Monosakarida khususnya glukosa merupakan nutrien utama sel melalui suatu proses yang disebut respirasi seluler, di mana sel mengekstraksi energi yang tersimpan dalam molekul glukosa.

*Molekul gula yang tidak segera digunakan, umumnya disimpan sebagai monomer yang bergabung membentuk disakarida atau polisakarida.
*Disakarida terdiri atas dua monosakarida yang dihubungkan oleh suatu ikatan glikosidik, suatu ikatan kovalen yang terbentuk antara dua monosakarida melalui reaksi dehidrasi. Ikatan glikosidik menghubungkan karbon nomor 1 dari satu glukosa dengan karbon nomor 4 dari glukosa ke dua (disebut juga ikatan 1-4).
*Contoh maltosa yang merupakan bahan untuk membuat bir. Contoh lain adalah laktosa yang ditemukan dalam susu, terdiri atas sebuah molekul glukosa yang berikatan dengan sebuah molekul galaktosa.
*Sedangkan, disakarida yang paling banyak kita konsumsi sehari-hari adalah sukrosa. Kedua monomernya adalah glukosa dan fruktosa

>LIPID
*Lipid adalah salah satu kategori molekul biologis yang besar yang tidak mencakup polimer. Lipid tidak memiliki atau sedikit sekali afinitasnya terhadap air. Perilaku hidrofobiknya ini didasarkan pada struktur molekulernya.
*Meskipun lipid bisa memiliki beberapa ikatan polar yang berikatan dengan oksigen, namun sebahagian besar lipid terdiri atas hidrokarbon. Lipid meliputi waxes (lilin), lemak, fosfolipid dan steroid.
*Lemak disusun dari dua jenis molekul yang lebih kecil yaitu gliserol dan asam lemak melalui reaksi dehidrasi.
*Gliserol adalah sejenis alcohol yang memiliki 3 karbon, yang masing-masing mengandung sebuah gugus hidroksil.
*Asam lemak memiliki kerangka karbon yang panjang, umumnya 16 sampai 18 atom karbon panjangnya

*Salah satu ujung asam lemak itu adalah “kepala” yang terdiri atas suatu gugus karboksil, gugus fungsional yang menyebabkan molekul ini disebut asam lemak.
*Yang berikatan dengan gugus karboksil adalah hidrokarbon panjang yang disebut “ekor”. Ikatan C-H nonpolar yang terdapat pada ekor asam lemak itu menyebabkan lemak bersifat hidrofobik.
*Lemak terpisah dari air karena molekul air membentuk ikatan hydrogen satu sama lain dan menyingkirkan lemak.
*Asam lemak terdiri atas asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Disebut asam lemak jenuh apabila tidak ada ikatan ganda di antara atom-atom karbon yang menyusun ekor, sedangkan disebut asam lemak tidak jenuh apabila memiliki satu atau lebih ikatan ganda, yang terbentuk melalui pengeluaran atom hydrogen dari kerangka karbon.

>PROTEIN
*Protein terdiri atas satu atau lebih polipeptida yang berlipat membentuk suatu konformasi 3 dimensi yang spesifik.
*Polipeptida adalah polimer asam amino yang dihubungkan dalam suatu urutan yang spesifik.
*Protein tersusun dari 20 asam amino yang berbeda, masing-masing dengan rantai samping (gugus R) yang khas.
*Gugus karboksil dan gugus amino dari asam amino yang berdekatan akan berikatan dalam ikatan-ikatan peptida. Jadi, asam amino adalah molekul organic yang memiliki gugus karboksil dan gugus amino.
*Selain gugus tersebut juga didapatkan atom hydrogen dan berbagai gugus yang disimbolkan dengan R.

*Protein memiliki 4 struktur yang terdiri atas struktur primer, sekunder, tersier dan kuartener.
*Struktur primer suatu protein adalah urutan uniknya yang terdiri dari asam amino.
*Struktur sekunder adalah pelipatan atau pelilitan polipeptida itu dalam konfigurasi berulang, yang dihasilkan dari pembentukan ikatan hydrogen antara bagian-bagian tulang belakang polipeptida.
*Struktur tersier adalah keseluruhan bentuk 3 dimensi suatu polipeptida dan dihasilkan dari interaksi antara rantai-rantai samping asam amino.
*Protein yang terbuat lebih dari satu rantai polipeptida (subunit) memiliki tingkatan struktur kuartener.

>ASAM NUKLEAT (Polimer Informasi)
*Urutan asam amino suatu polipeptida diprogram oleh satu unit penurunan sifat genetic yang dikenal dengan nama gen. Gen terdiri atas DNA, polimer yang termasuk dalam senyawa yang dikenal dengan asam nukleat.
* Terdapat dua jenis asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA).
*DNA adalah materi genetic yang diwarisi organisme dari orang tuanya. Suatu molekul DNA sangat panjang dan umumnya terdiri atas ratusan bahkan ribuan gen. Informasi yang terkode dalam struktur DNA memprogram semua aktivitas sel.

*Meskipun demikian, DNA tidak terlibat secara langsung dalam pelaksanaan operasi sel, diperlukan protein untuk mengimplementasikan program genetic tersebut.
*Protein adalah hardware molekuler sel, sedangkan DNA adalah software yang berisi program genetic. Jadi urutan aliran informasi genetiknya adalah DNA → RNA → protein.
*Asam nukleat merupakan polimer dari monomer-monomer yang disebut nukleotida.
*Nukleotida terdiri atas 3 bagian yaitu suatu molekul organic yang disebut basa nitrogen, pentosa (gula berkarbon 5) dan gugus fosfat.

*Basa nitrogen terdiri atas pirimidin dan purin.
*Pirimidin memiliki cincin enam-anggota yang terdiri dari atom karbon dan nitrogen (atom nitrogen cenderung mengambil H+ dari larutan, yang menjelaskan istilah basa nitrogen).
*Anggota keluarga pirimidin adalah sitosin (C), timin (T) dan urasil (U). Purin lebih besar, dengan cincing enam-anggota yang menyatu dengan cincin lima-anggota.
*Yang termasuk purin adalah adenine (A) dan guanine (G).
*A, G dan C ditemukan pada DNA dan RNA, sedangkan timin hanya ditemukan dalam DNA dan urasil hanya pada RNA.

*Pentosa yang berikatan dengan basa nitrogen adalah ribose pada nukleotida RNA, dan deoksiribosa pada molekul DNA.
*Perbedaan satu-satunya di antara ke dua gula ini adalah bahwa deoksiribosa tidak memiliki satu atom oksigen pada karbon nomor 2, sehingga disebut deoksi.
*Dalam suatu polimer asam nukleat atau polinukleotida, nukleotidanya dihubungkan dengan ikatan kovalen yang disebut ikatan fosfodiester antara fosfat dari suatu nukleotida dan gula dari nukleotida berikutnya.
*Pengikatan ini menghasilkan suatu tulang belakang dengan pola gula-fosfat-gula-fosfat yang berulang.
*Disepanjang tulang belakang gula-fosfat ini terdapat tempelan tambahan yang terdiri atas basa-basa nitrogen

Dipublikasi di chemistry | Tag | Tinggalkan komentar

Demokrasi, menjelang kematian pemerintahan oleh rakyat?

Sudah berapa lama kita kenal pemerintahan sistem ini? Demo-krasi. Demos: rakyat, kratos: pemerintahan. Secara singkat dan sederhana demokrasi berarti pemerintahan oleh rakyat. Sebuah penjelasan yang sederhana dan menyenangkan tentang apa itu demokrasi datang dari Abraham Lincoln, ”Demokrasi ialah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat”.
Menilik perkataan Lincoln tadi, penyelenggara demokrasi sepenuhnya dilakukan oleh rakyat., dan hasil pemerintahannya di lakukan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan rakyat. Tapi benarkah selama ini itu yang telah terjadi?
Di kebanyakan negara yang mengusung demokrasi, pemerintahan dilakukan oleh partai-partai (atau partai—dalam beberapa kasus-) hasil pemilihan dari pemilu. Dan apakah pemilu itu? Pemilu merupakan ajang dimana rakyat memilih partai-partai politik yang dirasa dapat menyampaikan aspirasinya demi kemajuan negaranya yang tercinta. Dan dari pemilu lah selama ini masalah ini dimulai.
Selayaknya pada negara-negara lain, di Indonesia diadakan pemilu dalam jangka waktu tertentu. Di Indonsesia pemilu pada ”umumnya” dilaksanakan setiap lima tahun sekali dibawah pengasan KPU yang notabane nya merupakan lembaga negara itu sendiri. Setiap pemilu selalu diadakan acara-acara kampanye berisi orasi besar-besaran yang tidak kalah ramainya dengan konser band-band dari luar negeri.
Semua partai mengeluarkan semua jurus yang yang dimilikinya Dari jurus termanis dengan mengguanakan cara-cara umum untuk menarik perhatian masyarakat dengan janji-janji gombal, sampai dengan cara-cara busuk seperti penyogokan kepada pemilih yang justru mencoreng wajah demokrasi yang katanya merupakan pemerintahan oleh rakyat menjadi pemerintahan oleh uang! Sebuah pernyataan yang ironis mengetahui bahwa demokrasi dicoreng-coreng justru dari orang yang ’konon katanya’ menjunjung tinggi demokrasi! Hahahah, kapan nih negara bisa maju kalo begini caraanya?
Dan pada saat itulah rakyat benar-benar dipuja oleh partai, rakyat adalah begini, rakyat itu seharusnya begitu, pemerintahan bertindak begini kepada rakyat, dan ucapan-ucapan bullshit yang udah ketara sampah sejak sentuhan mik pertama! Rakyat menjadi raja pada masa kampanye, betul menjadi raja. Para partai seakan-akan anak anjing yang mengais-ngais di kaki rakyat untuk meminta bantuan suara demi menduduki tampuk kepemimpinan. Tanya saja pada beberapa orang yang kebetulan berpapasan, dalam sehari orang itu bisa mendatangi 3 kampanye parpol yang berbeda dimana dalam setiap acara kampanye sudah biasa ia untuk dielus-elus setinggi langit!
Sampai saat itu masih tampak jelas bahwa rakyat lah yang berkuasa untuk mengendalikan negar. Seterusnya? Tunggu dulu kawan…. akhirnya waktunya pun tiba. Rakyat mencoblos, seppp partai ini. Partai itu, partai yang bernomor ini, yang bergambar itu, semua orang mencoblos sesuai dengan pilihannya. Beragam alasan mereka memilih pemilu, entah terpaksa karena gembar-gembor media bahwa pemilu adalah ajang ikut sertanya rakyat dalam pemerintahan atau karena sekedar memilih partai dimana saudaranya ikut atau yang telah memberi ”upeti” terbanyak pada mereka. Hahaha, senang sekali bukan melihat ’keanekaragaman’ rakyat Indonesia.
Akhirnya saatnya pun tiba, rakyat sebagai pemegang tampuk pemerintahannya telah menunjuk mana saja orang-orang atau partai yang berhak untuk berkuasa di pemerintahan. Ternyata partai anu yang menang! Tapi partai ini tak mau kalah dengan membayang-bayangi perolehan suara yang ketat dengan sang jawara pemilu. Dan bebeapa partai lain di belakang mereka yang bersaing ketat untuk memperolah jumlah suara terbanyak. Akhirnya telah didapatkan, paratai apa-apa saja yang menduduki 10 besar hasil pemilu.
Tapi pemilu saja tidak cukup kawan, setelah perhitunhan suara selesai ada lagi yang penting untuk dilakukan. Pembagian kursi di parlemen, dan tebak bagaimana cara pembagiannya? Sederhana, jumlah seluruh suara dibagi kursi yang ada di parlemen. Setiap berapa suara yang dimiliki sebuah partai berhak menduduki kursi di parlemen (DPR di Indonesia). Bahkan partai gurem dengan suara yang selayaknya hanya mendapat 2 kursi di parlemen tetap dimasukkan sebagai anggota parlemen. Coba bayangkan, apa bisa suara ratusan ribu orang diwakilkan hanya oleh 2 kursi di parlemen?
Dan kini orang-orang yang telah duduk di parlemen tersebut tidak sertamerta menepati janji-janji mereka yang telah mereka obral gila-gilaan sewaktu kampanye kepada rakyat yang semestinya menjadi ”raja” mereka. Mereka yang telah berbicara ngalor ngidul, saat duduk empuk di kursi pemerintahan seakan lupa dengan janji-janji yang mereka berikan pada masyarakat.
Contoh, berapa kali aspirasi rakyat yang notabanenya merupakan pengawas sistem pemerintah di Indonesia dilontarkan, namun tetap ditanggapi dingin oleh para ’pemuka-pemuka’ partai yang sedihnya mereka pilih sendiri sewaktu pemilu. Para elit parpol sudah lupa dengan tujuan utama atas dasar apa partai mereka didirikan. Untuk menjembatani aspirasi rakyat ke pemerintah, itulah dasar utama ada partai-partai di didirikan. Tapi apa hasilnya? Omong-kosong! Partai-partai berlomba-lomba berebut menduduki posisi-posisi strategis di pemerintahan.
Ucapan-ucapan yang mereka katakan untuk menjegal lawan mereka seringkali membawa-bawa nama rakyat yang bahkan mereka sendiri tidak peduli! Ucapan-ucapan macam,”Rakyat akan semakin menderita…”, ”Rakyat butuh alternatif…”. Ungkapan-ungkapan membawa rakyat yang manis itu hanya sebagai manisfetasi kepentingan mereka sendiri. Dihadapan mereka saat ini kepentingan rakyat = kepentingan parpol mereka sendiri. Beberapa kesalahan ”bodoh” dilakukan oleh partai-partai yang memiliki pandangan dan prinsip yang sama malah tidak mau berkoalisi untuk memperkokoh kedudukan mereka yang semestinya berjuang demi kepentingan rakyat. Para orang-orang ’terhormat’ itu melakukan segala sesuatu bukan demi kemajuan rakyat, atau bahkan bangsanya sendiri melainkan demi pandangan picik tentang kemajuan parpol mereka sendiri.
Dan disanalah rakyat berdiri. Rakyat menjadi pelaksana pemerintahan sekedar memberi suara mereka di parpol. Segala yang terjadi selama lima tahun atau lebih hanya ditentukan lewat sehari! Sekedar mencoblos kertas pula! Tidakkah ini konyol, tidak heran ada ucapan diantara para anarkis yang mengatakan ”siapa pun yang kau pilih, pemerintah juga lah yang berkuasa”. Kejadian-kejadian ini membuat sebuah batasan yang amat sangat teramat nyata antar ”Pemerintah” dan ”Rakyat”. Seakan-akan rakyat yang menurut teori demokrasi sebagai pembuat, pengelola, dan penerima hanya menjadi kuda tunggangan yang tak mampu menghindar dari penunggang pemerintah.
Suara rakyat, itulah yang selama ini digembar-gemborkan para pendukung pemerintah. Rakyat itulah yang memilih kami, begitu kata para anggota legislatif. Sayangnya, apa yang mereka katakan itu betul. Kita memilih mereka. Tapi untunglah bahwa kita selama ini melakukan hal yang tidak dapat disalahkan. Kita memilih partai atau tidak memilih sekalipun tetap akan ada partai yang akan menang. Seperti saat pemilihan Pemilu Inggris, partai yang menang mutlak sebenarnya hanya mendapat sekitar 30% suara. Kemana suara yang lain? Jawabannya mudah : tidak memilih. Tapi apa yang terjadi? Memilih atau tidak memilih mereka tetap saja dalam posisi tertindas.
Seakan-akan yang saya katakan sedari tadi seperti tidak berbobot. Mungkin benar tidak berboto, tapi betapa kita bayangkan justru hal-hal yang ”tidak berbobot” itulah yang menggerogoti negara kita. Demokrasi tidak salah, ia merupakan alternatif yang cerdas bagi pemerintahan ketimbang sistem monarki yang membuat tampuk pemerintahan dipegang oleh kaum itu-itu saja. Kesalahan fatal adalah pada mental-mental para elit parpol.
Seperti pada masa pemerintahan Orba,. Para pemilih hanya disajikan 3 gambar, banteng, pohon beringin, dan bintang. Setelah itu, apa yang mereka lakukan? Duduk santai di rumah dan tahu-tahu ada orang-orang yang tidak mereka kenal duduk di pemerintahan dan bergumam,” Hei, siapa itu? Saya ga pernah milih dia?”. Keadaan konyol tersebut disebabkan tidak adanya transparansi antara parpol dan rakyat. Lagi-lagi rakyat hanya diiba-iba saat pemilu. Setelah itu ditinggal sendiri melaksanakan pekerjaannya dirumah. Syukurlah, perwakilan di legislatif sudah mulai menjadi transparan sejak pemilu 2004 dimana para pemilih juga memilih orang-orang yang akan duduk di parlemen.
Jadi kembali pada judul, ”Demokrasi, menjelang kematian pemerintahan oleh rakyat?”. Apakah demokrasi akan segera berakhir di dunia? Saya juga tidak tahu pasti. Tapi yang saya tahu ada beberapa tempat di dunia yang tidak menggunakan sistem demokrasi namun tetap berhasil berdiri seperti pemberontakan Zapatista di Meksiko. Dan rasanya rakyat sudah akan semakin muak apabila suara mereka tidak ditampung. Dan apabila rakyat sudah marah akan hadir sebuah ’neraka’ bagi para elit parpol yang dinamakan ”People Power”. Sebuah kekuatan yang amat dahsyat yang dapat menghancurkan kekuasaan sebuah negara. Seperti people power-people power legendaris yang tidak hanya mengubah sejarah suatu negara tapi juga dunia. Semisal people power di Prancis yang menghadirkan demokrasi sendiri, atau people power di Rusia yang membuka wacana tentang pemerintahan komunis.

Dipublikasi di chemistry | Tag | 2 Komentar